Mengenal KYC dan Kaitannya dengan Keamanan Data Pengguna

Mengenal KYC dan Kaitannya dengan Keamanan Data Pengguna

Dewasa ini, serangan cyber semakin marak terjadi. Banyak oknum-oknum jahat memanfaatkan kerentanan sistem untuk masuk dan mencuri data sensitif. Tentunya ini menjadi masalah krusial, terlebih jika sudah berkaitan dengan bidang keuangan. Oleh karena itu KYC adalah proses yang kini banyak diterapkan perusahaan.

Nah, guna memahami apa itu KYC beserta tujuannya, mari baca artikel berikut dan jangan sampai ada yang terlewatkan.

Pengertian KYC

Know Your Customer atau KYC adalah proses yang diterapkan bank maupun produk keuangan untuk mengetahui identitas nasabah atau customer. Di sini, bank dan produk keuangan bukan hanya sekedar mengetahui nama serta alamat customer saja, melainkan semuanya termasuk pekerjaan, kegiatan transaksi, dan pelaporan terhadap transaksi mencurigakan.

Penerapan teknologi KYC adalah suatu kewajiban yang sudah diatur oleh pemerintah, di mana tertuang dalam Ketentuan OJK No. 12/POJK.01/2017 yang diubah dengan POJK No.23/POJK/01/2019.

Tujuan penerapan KYC

Adapun tujuan diterapkannya KYC adalah untuk menjaga keamanan data dan kenyamanan pengguna dalam bertransaksi serta sebagai salah satu cara mencegah terjadinya pencucian uang dan korupsi. Di samping itu, dengan mengenal dan mengetahui customer, pihak bank dan produk keuangan juga bisa mengoptimalkan layanan mereka sesuai kebutuhan Anda.

Jika suatu produk atau layanan teknologi keuangan tidak menerapkan fitur ini, maka besar kemungkinan perusahaan akan mengalami kerugian jika ada sejumlah nasabah yang memiliki catatan kredit buruk atau menjalankan tindakan kriminal dengan melibatkan pihak mereka.

Pada intinya, KYC adalah prinsip mengenali pelanggan dengan tujuan baik. Jadi, Anda tak perlu khawatir untuk mengisi data tersebut ketika proses verifikasi.

Penerapan KYC

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini proses KYC bisa dilakukan secara digital. Biasanya proses tersebut dilakukan melalui video call, mengirim foto diri, dan KTP saat verifikasi. Sehingga, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke kantor pusat maupun cabang untuk bertatap muka secara langsung dengan pihak verifikator.

Beberapa kelebihan proses KYC digital adalah sebagai berikut.

1. Biaya lebih murah

Karena prosesnya digital, tentu saja KYC bisa mengurangi biaya pengeluaran perusahaan, di mana tidak perlu menghabiskan kertas dan biaya transportasi untuk pengiriman dokumen. Selain itu, Anda juga tidak perlu datang ke kantor secara langsung, menunggu antrean, serta menghabiskan waktu untuk mengisi formulir.

2. Proses verifikasi lebih cepat

Proses verifikasi yang lebih cepat dibandingkan secara manual juga menjadi keunggulan KYC secara online. Berkat kecanggihan teknologi yang diterapkan, proses verifikasi dapat berlangsung hanya dalam hitungan menit. Data Anda juga telah terekam secara otomatis dalam sistem sehingga memudahkan pengecekan di masa mendatang.

3. Dapat digunakan pada banyak industri

Kemudahan yang ditawarkan KYC digital memungkinkan proses ini bisa diterapkan pada industri lain, tak hanya perbankan maupun produk keuangan.

Sekian informasi seputar KYC yang penting Anda pahami. Dari segi keamanan, Know Your Customer adalah tahapan yang perlu kita dukung demi kenyamanan kita dalam bertransaksi. Hal tersebut juga dapat mengurangi tindakan kriminal seperti pemalsuan data hingga pencucian keuangan.

Baca juga: Pentingnya Menggunakan Multi Factor Authentication pada Akun Pribadi