Virtual Reality (VR): Pengertian, Manfaat, Perbedaannya dengan AR

Virtual Reality (VR): Pengertian, Manfaat, Perbedaannya dengan AR

Teknologi canggih Virtual Reality (VR) saat ini sudah mulai ramai diperbincangkan. VR adalah simulasi hasil komputer di mana memungkinkan seseorang berinteraksi dalam lingkungan tiga dimensi buatan.

Sebagai contoh saat Anda menggunakan teknologi VR untuk treadmill. Anda akan merasa seolah-olah sedang berada di suatu tempat nyata dan bukan di tempat gym. Tentu ini akan membuat pengalaman Anda jauh lebih menyenangkan.

Nah, agar lebih memahami seperti apa cara kerja VR, Anda bisa simak ulasan lengkapnya di bawah ini.


Apa itu VR?

VR adalah istilah yang berasal dari kata virtual dan reality. Jika didefinisikan, virtual artinya tidak nyata dan reality berarti realitas. Jadi, bisa disimpulkan bahwa VR adalah realitas yang tidak nyata. Apa maksudnya?

Kecanggihan teknologi digital mampu menciptakan suatu inovasi di mana memungkinkan seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya, yang disimulasikan oleh komputer. Hal tersebut membuat Anda bisa merasakan sedang berada di suatu tempat secara nyata.

Awalnya, ide membuat alternatif realitas muncul pada tahun 1800. Kemudian tahun 1838, ditemukan stereoskop pertama yang menggunakan dua cermin kembar untuk memproyeksikan gambar. Tahun 1839, stereoskop tersebut dikembangkan menjadi View-Master dan dipatenkan pada 1939.

Lanjut pada 1956, Morton Heilig membuat simulasi sensorama yang memungkinkan penggunanya bisa merasakan lingkungan perkotaan seolah-seolah sambil naik motor. Penemuan tersebut akhirnya dipatenkan pada 1960. Di tahun 1980, istilah Virtual Reality mulai diperkenalkan oleh Jaron Lanier, termasuk peralatan yang dibutuhkan untuk merasakan pengalaman VR seperti goggle dan sarung tangan. Lalu teknologi Virtual Reality mengalami perkembangan pesat hingga kini bisa dinikmati secara luas.


Cara kerja Virtual Reality

Cara kerja VR adalah dimulai dari user menggunakan kacamata VR untuk melihat suatu dunia semu di mana sebenarnya merupakan gambar dinamis hasil dari simulasi komputer. Kemudian, pengguna bisa berinteraksi dengan dunia semu tersebut dan mendapatkan feedback seolah-olah nyata, baik secara fisik maupun fiksi.

Kemudahan yang ditawarkan Virtual Reality membuat banyak orang tertarik menggunakannya. Terutama bagi gamers, tentu ini menjadi pengalaman menyenangkan saat mereka bermain game tapi serasa berada di dalam game sungguhan. Selain itu VR juga memudahkan pengguna dalam melakukan latihan rumit seperti menerbangkan pesawat, dan masih banyak lagi.


Perbedaan VR dan AR

Selain VR, mungkin Anda juga mengenal istilah AR atau Augmented Reality. Meski keduanya hampir mirip, namun ternyata ada perbedaan cukup mencolok antara teknologi tersebut. Ya, memang secara umum VR dan AR sama-sama menghadirkan realita maya di tengah dunia nyata. Akan tetapi, perbedaan VR dan AR bisa dilihat jelas dari sisi perangkatnya.

VR membutuhkan perangkat utama berupa headset VR yang dapat dikombinasikan dengan beberapa konsol lain. Anda juga bisa menghubungkannya dengan ponsel maupun komputer. Inilah mengapa VR sering digunakan oleh gamers.

Sementara dalam AR, Anda tidak membutuhkan alat khusus untuk menikmatinya. Asalkan smartphone Anda sudah dilengkapi teknologi ini, maka Anda bisa langsung seolah-olah mendatangkan objek dari dunia virtual ke dunia nyata. Contoh sederhana pengaplikasian AR adalah pada games Pokemon Go.

Itulah ulasan seputar Virtual Reality mulai dari pengertian, cara kerja, hingga perbedaannya dengan Augmented Reality. Bagaimana, apakah sampai sini Anda sudah paham? Dapatkan informasi lainnya seputar dunia IT, internet, dan keamanan cyber di blog Kharisma World.

Baca juga: Cara Melacak Lokasi HP yang Hilang Keadaan Mati & Hidup