Hacktivist Adalah: Pengertian, Motivasi, Contoh, dan Bedanya dengan Hacker

Hacktivist Adalah: Pengertian, Motivasi, Contoh, dan Bedanya dengan Hacker

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar istilah hacktivist? Mungkin kebanyakan berpikir bahwa hacktivist adalah orang yang berbahaya. Wajar saja, sebab istilah hacktivist berasal dari kombinasi kata ‘Hack’ dan ‘Activist’. Ini berkaitan dengan aktivitas peretasan, membobol sistem komputer untuk tujuan politik atau sosial.

Pahami lebih lanjut seputar hacktivist pada ulasan berikut, yuk!


Apa itu hacktivist?

Hacktivist adalah individu yang melakukan tindakan hacktivism. Hacktivist melakukan perusakan pada situs web organisasi atau membocorkan informasi, bertujuan mengirim pesan melalui aktivitas mereka dan mendapatkan visibilitas untuk tujuan yang mereka promosikan.

Dengan kata lain hacktivist adalah orang yang mengungkapkan dukungan mereka terhadap tujuan sosial atau oposisi terhadap suatu organisasi dengan menampilkan pesan atau gambar di situs web organisasi yang mereka yakini sebagai masalah.

Hacktivist biasanya individu, tapi ada juga kelompok hacktivist yang beroperasi dalam upaya terkoordinasi, contohnya Anonymous dan Lulz Security.


Perbedaan hacker dan hacktivist

Perlu dipahami bahwa hacker dan hacktivist adalah dua istilah berbeda. Meskipun begitu, masih banyak orang menganggap bahwa keduanya sama, sebab menggunakan tools dan teknik serupa guna mencapai tujuannya.

Misalnya taktik yang dilakukan hacktivist saat menyebarkan pesan melalui perusakan situs web sederhana atau eksploitasi melalui penggunaan Doxing. Mereka bahkan dapat meluncurkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) untuk menjatuhkan seluruh jaringan.

Nah, lantas dimana letak perbedaannya?

Berbeda dengan hacktivist, hacker bukan didefinisikan semata-mata oleh penyebab sosial. Kemudian selain itu, hacktivist juga tidak selalu bekerja sendiri, melainkan dapat bekerja sebagai bagian dari grup terkoordinasi atau organisasi. Grup ini bisa berkisar dari beberapa teman, bahkan hingga seluruh jaringan peretas yang terdesentralisasi di seluruh dunia.


Motivasi hacktivist

Tindakan hacktivism utamanya dipicu oleh persepsi individu atau kelompok tentang apa yang mereka anggap 'salah' atau 'tidak adil' sehingga mendorong mereka untuk melakukan sesuatu tentang hal itu.

Motivasinya termasuk balas dendam, insentif politik atau sosial, ideologi, protes, keinginan untuk mempermalukan organisasi atau individu tertentu dalam organisasi tersebut atau terkadang vandalisme belaka.

Secara umum, kelompok hacker bertujuan untuk mempertanyakan, memprovokasi, dan menantang pemerintah, organisasi, serta perusahaan yang bertentangan dengan posisi moral mereka.


Contoh kelompok hacktivist

Beberapa contoh kelompok hacktivist yang terkenal antara lain sebagai berikut.

Anonymous

Salah satu kelompok peretas terbesar di dunia saat ini adalah Anonymous. Kelompok ini pertama kali muncul pada tahun 2008. Anonymous mengambil nama mereka setelah anonimitas yang diciptakan oleh internet dan keinginan mereka untuk tetap tidak diketahui. Akibatnya, anggota kelompok tersebut seringkali bahkan tidak saling mengenal di luar internet.

Umumnya mereka dikenal untuk meluncurkan serangan terkoordinasi. Serangan-serangan tersebut bisa terhadap korporasi, individu bahkan lembaga dan instansi pemerintah. Motif mereka adalah menggunakan peretasan untuk membawa perubahan politik atau sosial.

LulzSec

Selain Anonymous, contoh lain kelompok hacktivist adalah LulzSec. Ini muncul pada tahun 2011. Serangan LulzSec paling signifikan adalah ketika situs web Biro Investigasi Federal dicabut pada tahun 2011. Serangan tersebut memicu penangkapan beberapa anggota.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar apa itu hacktivist. Jadi sekarang Anda sudah bisa membedakan hacker dan hacktivist, bukan? Sebagai pengguna aktif internet, ada baiknya kita memberikan perlindungan pada perangkat agar terhindar dari aktivitas hacking. Salah satu caranya ialah memasang antivirus terpercaya dari McAfee. Beli sekarang juga di Tokopedia atau Shopee!

Baca juga: Fakta Tentang White Hat Hackers yang Jarang Diketahui