Vulnerability Adalah: Pengertian, Penyebab, Contoh, Cara Mengatasi

Vulnerability Adalah: Pengertian, Penyebab, Contoh, Cara Mengatasi

Vulnerability adalah istilah yang biasa kita dengar di dunia teknologi informasi. Sudahkah Anda tahu pengertian vulnerability? Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, vulnerability artinya kerentanan. Atau jika diperluas berarti kelemahan.

Anda pasti paham apa yang akan terjadi jika suatu software maupun hardware mengalami kerentanan atau kelemahan. Yup! Ini akan menjadi angin segar bagi para hacker untuk melakukan aksi kejahatannya. Untuk itu, diperlukan penetration testing guna mengidentifikasi jika terdapat vulnerability yang perlu diperbaiki.

Penyebab vulnerability bisa terjadi

Apapun yang diciptakan oleh manusia pada dasarnya tidak ada yang sempurna. Ini juga yang dialami dalam dunia teknologi. Bug atau vulnerability bisa saja terjadi ketika developer telah melakukan kesalahan logika coding. Atau, developer salah menerapkan validasi yang tidak sempurna sehingga membuat aplikasi atau software tersebut rentan dimasuki oleh pihak asing.

Semua sistem memiliki vulnerability

Pada dasarnya semua aplikasi pasti memiliki celah atau vulnerability, baik itu desktop, service, maupun web base. Hanya saja ada yang sudah diketahui dan belum. Namun, seiring berjalannya waktu, cepat atau lambat celah tersebut akan ditemukan oleh hacker.

Beruntung jika yang menemukannya adalah hacker baik seperti white hat, mereka akan memberitahukan adanya celah keamanan tersebut kepada pihak developer agar dilakukan perbaikan.

Sebaliknya, Anda perlu khawatir apabila vulnerability diketahui oleh black hat hacker, di mana mereka akan memanfaatkan adanya kerentanan keamanan untuk keuntungannya sendiri.

Beberapa lokasi munculnya vulnerability

Beberapa lokasi munculnya vulnerability adalah berada pada level tingkat software, sebab eksploitasi dapat dilakukan secara mudah menggunakan remot dari jarak jauh.

1. Firmware

Firmware adalah perangkat lunak atau mini operating system yang tertanam langsung pada hardcode ke dalam sebuah chip pada perangkat tertentu dengan tujuan memudahkan pembaruan kompatibilitas perangkat atau penambahan fitur. Sebagai contoh kamera, printer, router, handphone, dan mouse atau keyboard.

2. Operating system

Linux merupakan sistem operasi yang dikenal memiliki keamanan tingkat tinggi. Namun, nyatanya sistem operasi dengan keamanan apapun tetap memiliki celah keamanan. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mengupdate sistem operasi ketika pembaruan telah tersedia.

3. Aplikasi atau software

Vulnerability juga dapat terjadi pada aplikasi atau software. Ini dikarenakan aplikasi yang Anda install bisa saja menjadi jalan masuk hacker, terutama pada aplikasi yang terhubung langsung ke internet.

4. Brainware (operator komputer)

Brainware atau operator komputer adalah seseorang yang mengoperasikan komputer. Jika operator kurang paham tentang keamanan siber, maka hacker akan sangat mudah meretas dan mengambil informasi atau data yang dimiliki.

5. Vulnerability pada aplikasi web

Bagi Anda yang memiliki website, sebaiknya berhati-hati terhadap kemungkinan adanya eksploitasi pada website Anda. Jika peretas jahat menemukan vulnerability di sana, maka eksploitasi bisa saja dilakukan dengan berbagai bahasa pemrograman.

Contoh vulnerability

Berikut merupakan beberapa contoh terjadinya vulnerability.

  • Vulnerability pada aplikasi web

  • Bug di dalam game online

  • DRAM Rowhammer vulnerability

  • Winrar Spoof extension 2.80-5.10

  • GDI Exploit

Cara mengatasi vulnerability

Cara paling mudah untuk mengatasi masalah vulnerability adalah dengan memperbarui sistem operasi, firmware, dan aplikasi. Pasalnya, ketiga unsur ini selalu dimanfaatkan oleh hacker sebagai sebuah jalan untuk memasuki komputer maupun jaringan.

Maka dapat dikatakan bahwa mengupdate sistem maupun aplikasi secara berkala itu penting. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan perangkat Anda. Pasti Anda tidak ingin hacker mengacak-acak segala privasi Anda, bukan?

Demikianlah penjelasan seputar vulnerability yang penting Anda pahami. Selain melakukan pembaruan secara berkala, ada baiknya Anda juga memasang perlindungan terbaik pada perangkat guna mencegah peretasan. Dalam hal ini Anda bisa mempercayakannya pada McAfee.

Baca juga: 4 Manfaat Update Windows yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Update Manual